Diposkan pada Cengkerama

Sahabat Akhirnya Menikah

​Selamat Datang Agustus

Dari banyaknya rentetan pernikahan di tahun ini, mungkin cerita menuju pernikahan sahabat saya Alfina punya cita rasa tersendiri di hati.

Saya kenal Fina sejak awal kuliah, kita ditakdirkan ngekos di tempat yang sama. Fina si Batak dari Jakarta dengan “gue elu nya” adalah orang yang supel. Sehingga tidak sulit bagi kami menjalin hubungan (ceilehhh). Dan cukup kontras saat itu, background saya yang kemushola-musholaan dan Fina yang gak spesifik (hahah), tapi bisa klop. Kalau ke Jakarta biasanya saya juga sempat nginap di rumah ortunya Fina. Singkat cerita, saya akhirnya  kenal karakter Fina, begitu juga sebaliknya.

Tahun lalu, salah seorang junior minta nomor Fina ke saya, then i asked Fina, “would you, fin?”,

Fina malah membalas “menurut kamu?”

Saya santai aja menjawab, “kasi aja yah? Mana tau jodoh.” 

Saya sendiri malas nanya lebih lanjut, yang minta siapa yah? Dalam hati mengira-ngira, barangkali si junior itu yang punya “niat” (hehe peace). Dan singkat cerita, ternyata camer (calon mertua, red) Fina yang “kesemsem” sama Fina ketika bertemu di sebuah kajian di masjid. 

Syahdan, pemikiran sederhana saat itu ternyata akan berujung di sucinya ijab dan qabul. Ini yang masih tidak saya sangka. Tapi bukanlah perkara yang besar buat Allah SWT, semua telah tertulis, dan tinta telah mengering. 

Kilas balik 2014 lalu, Fina jadi sahabat saya mencurahkan galau gulana menghadapi proses ta’aruf dengan suami. Masih segar di ingatan, saat itu kami menyelesaikan sisa-sisa coass kami di RSUP Adam Malik, tepatnya di SR, rumah makan minang yang cukup tenar seantero Adam Malik. Dua tahun kemudian, kita -masih- sama2 tidak menyangka ternyata dulu Allah bermaksud ngajarin Fina gimana memilih pasangan hidup dengan menyandarkan keyakinan pada Allah semata.

Fina yang dulu bingung liat saya mau nikah sama orang yang belum begitu dikenal, ternyata sekarang juga melewati hal yang sama! Heheh…Ah, moga Allah meridhoimu Fina sayang…


Buat Alfina dan Bang Qivi, permulaan di masjid kala itu, semoga menjadikan hati kalian kelak semakin terikat dengan rumah-Nya, nama-Nya  dan seruan-Nya.. Semoga rumah tangga kalian yang akan wujud beberapa hari lagi mengantarkan kalian berdua pada produktivitas duniawi dan ukhrowi yang lebih baik. Aamiin

Lovely,

Ummu Aysel

Iklan

Penulis:

"Dolang" Itulah saya sekaligus mimpi saya. Meski tak semua yang memahaminya, namun "bidukkata" ini akan menjelaskan tafsirannya. Bisa jadi ia doa, asa, nada, suka cita makna, dan [bismillah] mudah-mudahan tak sekedar kata.. Alhamdulillah telah dipertemukan oleh-Nya dengan Fitra Perdana untuk mengarungi biduk kehidupan ini, telah pula dikaruniai seorang cahaya mata untuk menambah semarak biduk layar rumah asa kami, Sarah Aysel Mubina.. Hari esok tetaplah serpih2an cita yang coba kami rangkai dengan seksama.. Yaa Rabb, saksikan kami...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s