Sayang…

Literasi sastra memang indah tapi seringkali ambigu

Memelukmu mencukupkan nalar sastraku, betapa pelukan adalah kata-kata nyata

Mengecup pipi gembulmu menyudahi keinginanku memutar-mutar frasa, betapa harum pipimu adalah sastra itu sendiri

Menyisir rambut berombakmu, sambil sesekali iseng mengikat ekor kuda, menghentikan gairahku bermajas puitis, betapa engkaulah puisi itu sayang…


Bengkalis, 16 Agustus 2016

Kepada peri kecilku

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s