Posted in Cengkerama

Sayang…

Literasi sastra memang indah tapi seringkali ambigu

Memelukmu mencukupkan nalar sastraku, betapa pelukan adalah kata-kata nyata

Mengecup pipi gembulmu menyudahi keinginanku memutar-mutar frasa, betapa harum pipimu adalah sastra itu sendiri

Menyisir rambut berombakmu, sambil sesekali iseng mengikat ekor kuda, menghentikan gairahku bermajas puitis, betapa engkaulah puisi itu sayang…


Bengkalis, 16 Agustus 2016

Kepada peri kecilku

Iklan

Penulis:

"Dolang" Itulah saya sekaligus mimpi saya. Meski tak semua yang memahaminya, namun "bidukkata" ini akan menjelaskan tafsirannya. Bisa jadi ia doa, asa, nada, suka cita makna, dan [bismillah] mudah-mudahan tak sekedar kata.. Alhamdulillah telah dipertemukan oleh-Nya dengan Fitra Perdana untuk mengarungi biduk kehidupan ini, telah pula dikaruniai seorang cahaya mata untuk menambah semarak biduk layar rumah asa kami, Sarah Aysel Mubina.. Hari esok tetaplah serpih2an cita yang coba kami rangkai dengan seksama.. Yaa Rabb, saksikan kami...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s