Diposkan pada Cengkerama

Sebait Rindu

​Sewaktu-waktu saya bisa merasa sangat kehilangan, ketika sosok tempat saya bertanya banyak hal itu nyatanya tidak ada lagi. Benar saya bisa bercerita apa saja pada ibu, tapi tetap saja ada pertanyaan tertentu yang saya tau, hanya kepada ayah saya bisa mendapatkan jawaban lugasnya. 
Kadang masih sulit dipercaya, belum sampai 30 tahun saya hidup bersamanya. Walau kepergiannya terasa begitu “terencana”. Ya, hikmah besar di balik sebuah penyakit ternyata kematian dapat dirasa begitu dekat. Apa kabarnya kita? Bukankah yg sehat dan lengkap segalanya pun pasti mati? Ah ayah… 
Dalam rindu kami ikhlas, karena engkau pun nampaknya sudah tak sabar bertemu Tuhanmu. Bagaimana mungkin kami menghalangi pertemuanmu kepada-Nya? 

Meski menitis air mata kami teringat kala kau ambil tangan ibu dan kau lafaskan permohonan maafmu karena merasa sudah merepotkan ibu. Atau saat terbata-bata kau sampaikan urutan org yg kau cinta, suziyana, yoan utami putri, muhammad ikhsan al’fikri. Atau saat penuh kerisauan kau ucapkan siapa yg akan menemani ibu jika ayah tiada nanti.

Atau banyak sinyal lainnya… Yang kami tutup mata dengannya dan berusaha melalui, seolah-olah kita kan bersama 100 tahun lagi.
Banyak hikmah kehidupan yang kau tinggalkan ayah, semoga Allah menggugurkan segala dosamu dan mengumpulkan kita kembali kelak… Sungguh susah payah kami meredam rindu kami padamu…..

Iklan

Penulis:

"Dolang" Itulah saya sekaligus mimpi saya. Meski tak semua yang memahaminya, namun "bidukkata" ini akan menjelaskan tafsirannya. Bisa jadi ia doa, asa, nada, suka cita makna, dan [bismillah] mudah-mudahan tak sekedar kata.. Alhamdulillah telah dipertemukan oleh-Nya dengan Fitra Perdana untuk mengarungi biduk kehidupan ini, telah pula dikaruniai seorang cahaya mata untuk menambah semarak biduk layar rumah asa kami, Sarah Aysel Mubina.. Hari esok tetaplah serpih2an cita yang coba kami rangkai dengan seksama.. Yaa Rabb, saksikan kami...

Satu tanggapan untuk “Sebait Rindu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s