Abstrak Pertama (How to deal with your self?)

Sejak kuliah saya ingin meneliti sesuatu dan bermimpi bahwa apa yang saya teliti, selain bermanfaat, juga tembus publikasi ke jurnal nasional dan internasional.

Waktu berlalu, mimpi masih menjadi mimpi yang belum menemukan muaranya. Saya bingung memulai dari mana, topik nya apa, lalu publikasi kemana? Setiap saya melihat tema-teman yang sudah duluan maju, termasuk teman sekamar alias suami, saya cuma bisa membatin iki piye? Saya kok gak gerak-gerak?!

Sampailah pada satu ketika, saya diterima di sebuah Rumah Sakit Ibu dan Anak di Pekanbaru-Riau. Kala itu tujuan saya bekerja mengamalkan ilmu, persiapan sekolah, dan menjadi bermanfaat. Lalu saya dikenalkan dengan seorang dokter spesialis anak di Poli Tumbuh Kembang. Awalnya  tidak ada yang istimewa. Mami Dian, begitu orang-orang memanggilnya, ternyata bukanlah se-biasa yang saya sangka di awal. Beliau mungkin satu-satunya dokter anak yang saya jumpai yang mau melayani pasien dengan durasi 1-2 jam, dibayar dengan sistem cost-sharing BPJS dan lebih sering FOC (free of charge), paling senang nraktir perawat untuk kursus macam-macam, seperti konseling menyusui, pelatihan MPASI, dll. Beliau juga seorang IBCLC yang sangat idealis tidak mau berkeja sama dengan produk sufor manapun, dan obat apapun. Hidupnya berkutat dengan baca jurnal, ikut seminar, bantu pasien, bantu orang, begitu seterusnyaSaat ini beliau sedang melanjutkan studi konsultan pediatri sosial nya di salah satu universitas di Jawa.

with mami
With Mami

Singkat cerita, pertemuan dengan beliau adalah kado terindah dari Allah. Lewat beliau, Allah membuka jalan untuk mimpi lama saya. Beliau adalah orang yang sangat mendorong orang lain untuk maju dengan visi Lillah semata. Kadang saya heran, ada orang hebat yang mau mikirin hidup saya di kala saya malas-malasan ngumpulin data, ngolah data, dan nyiapin data di jam-jam genting, alias tanggal deadline. Bahkan di tengah kesibukan studi nya sekarang, masih aktif memotivasi saya dengan caranya.

Juli 2018 alhamdulillah abstrak perdana saya lolos masuk ke jurnal Asia Pacific Journal of Developmental Differences. Abstrak ini sudah saya upload tahun lalu bersama dua rekan kerja saya, alhamdulillah pada awal tahun kemarin kami dikabarkan bahwa abstrak kami lolos. Penelitian kami ini mengangkat tema tentang Gangguan bicara eksprsif.

firstdebut
First Debut 🙂

Kemampuan bahasan dan bicara adalah indikator yang sangat bermakna pada tahapan tumbuh kembang seorang anak. Bahkan kemampuan ini berhubungan erat dengan siklus tumbuh kembang manusia secara umum. Uniknya, potensi gangguan bicara sudah bisa dideteksi saat bayi mulai mengeluarkan suara, mulai dari coing, bubbling, mengucapkan kata, dua kata, hingga merangkai kalimat. Masya Allah ini adalah sebuah proses penuh ibroh (hikmah).

Fungsi alamiah yang sudah diciptakan sedemikian rupa ini, ternyata memiliki beberapa penghambat dalam perkembangannya. Di dalam penilitian ini saya membagi sampel dalam dua kelompok, kelompok anak dengan riwayat kelahiran aterm dan kelompok anak dengan berat badan lahir di atas 2500 gram. Dari dua kelompok ini, hasil yang konsisten menunjukkan bahwa faktor penghambat signifikan untuk gangguan bicara adalah deleterious oral habit (penggunaan kompeng, menghisap jari, dan semacamnya), time spending with mother, maternal education’s level, dan bilingualism. Ada pun rekan saya yang lainnya, meneliti tentang efek screen time dengan gangguan bicara, dan jelas ini berpengaruh sekali.

hamdalah
Abstract

Tumbuh kembang memang ilmu yang sangat menarik bagi saya. Mudah-mudahan abstrak pertama ini menjadi spirit baru bagi dokter not yet resident seperti saya untuk terus belajar meskipun belum masuk (lagi) ke dunia pendidikan formal.

Ruang PMKP,

10 Juli 2017

Iklan

2 respons untuk ‘Abstrak Pertama (How to deal with your self?)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s